Oleh: myusufshandy | 6 November 2011

Pembagian Daging Qurban

Pembagian Daging Qurban

PERTANYAAN:

Assalamu Alaikum Wr Wb.

Di daerah saya, orang yang qurban tidak boleh memakan daging qurbannya, anggapan ini sudah turun menurun. Apakah benar demikian? Bagaimana sebenarnya cara pembagian daging qurban menurut Islam?

Irma – Bulukumba

 

JAWABAN:

1. Berqurban merupakan salah satu ibadah yang sangat ditekankan dalam Islam. Selain sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT juga sebagai sarana untuk mempererat ukhuwah/persaudaraan dengan sesama manusia. Hal ini sebagaimana ditekankan oleh Allah SWT dalam Surat Al-Kautsar ayat 2 dan Surat Al-Hajj ayar 28.

2. Aturan berqurban dalam Islam sangat jelas mulai dari dasarnya, hewan yang boleh diqurbankan dan siapa saja yang boleh mendapatkan daging qurban tersebut.

3. Bedasarkan dalil-dali yang ada, daging qurban dapat diberikan kepada siapa saja, terutama fakir miskin, sebagaimana disbeutkan oleh Allah SWT dalam Surat al Hajj ayat 28, yaitu:

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.” (QS Al Hajj [22]: 28)

Dalam praktiknya, Rasulullah SAW juga mengemukakan dalam haditsnya,

كلوا وأطعموا وادخروا

“’akanlah, berikanlah (sebagai) makanan bagi orang lain, dan simpanlah.” (HR. Muslim, Tirmidzi dan Abu Daud)

Berdasarkan ayat dan hadits tersebut di atas jelas bagi kita bahwa daging qurban itu boleh dimakan oleh orang yang berqurban, dan memang tidak ada larangan dalam hal ini. Selain dimakan sendiri oleh orang yang qurban, sebagian dagingnya diberikan kepada orang lain, serta disimpan.

4. Dalam kitab Fikih Sunnah, karangan Sayyid Sabiq, beliau menuliskan, para ulama mengatakan, “Yang paling utama ialah bahwa orang yang berqurban makan sepertinganya, sebagiannya lagi disedekahkan dan disimpan.”
(Fikih Sunnah, 5/376)

Demikian, wa Allahu A’lam bish-shawab

Semoga bermanfaat. Berkah, sehat dan sukses selalu buat semua

Jakarta, 9 Dzulhijjah 1432 H/5 November 2011

M. Yusuf Shandy, Lc.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: