Oleh: myusufshandy | 2 November 2011

Berqurban dengan Sapi Cippe’

Berqurban dengan Sapi Cippe’

Pertanyaan:
Keluarga sy memiliki sapi kesayangan, rencanax mau dikurbankaninsya Allah lebaran nnti…..tp bbrapa hr yg lalu sapi tersebut terlilit tali di bagian kaki belakang yg mnyebabkn 1 dr bagian kuku kakix lepas, dari segi persyaratan hewan kurban kondisix sangat layak kecuali 1 kuku itu, apakah sapi kami tersebut masuk dlm kategori sapi yg layak unt.dikurbankan….mohon masukan dr tmn2 dan para ustd. dsini, Syukran
@) afwan, bkn terlepas tp pecah sedikit kira2 5cm….mgkn kl dlm istilah org bugis (cippe’)….:)

Rahmawati – Makassar

JAWABAN:

Berqurban adalah salah satu cara taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT. Dari sekian banyak hadits, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita bahwa qurban adalah upaya mempersembahkan yang terbaik untuk Allah SWT. Karenanya Rasulullah SAW menyarankan berkurban dengan hewan yang tidak kurus dan tidak cacat.

Diantara syarat-syarat hewan qurban adalah terbebas dari cacat, sehingga tidak boleh berqurban dengan hewan yang cacat. Dalam Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq disebutkan, cacat di sini adalah cacat yang tampak dan mengurangi daging. Jika cacatnya sepele, maka cacat ini tidak masalah.

Adapun cacat yang menyebabkan sapi atau kambing tidak boleh diqurbankan adalah, sbb:
1. Sakit yang tampak jelas penyakitnya;
2. Bermata juling yang tampak jelas kejulingannya;
3. Pincang yang tampak jelas kepincangannya;
4. Hilang otaknya karena terlalu kurus dan tidak bertulang belakang.

Rasulullah SAW bersabda, “Empat yang tidak sah dalam qurban; Sakit yang tampak jelas penyakitnya; bermata juling yang tampak jelas kejulingannya, Pincang yang tampak jelas kepincangannya dan Hilang otaknya karena terlalu kurus dan tidak bertulang belakang.” (HR. Tirmidzi; Hasan)

5. Hewan yang hilang sebagian besar telinganya atau tanduknya. Dalam hal ini termasuk juga hewan yang gigi-gigi depannya tanggal sampai akarnya, hewan yang kulit tanduknya terkelupas, hewan yang buta, hewan yang berkeliaran di tempat gembala tapi tidak digembalakan, dan hewan yang banyak kudisnya.

Menurut Imam Syafi’I, tidak sah berkurban dengan hewan yang terpotong pantat dan tetaknya, karena hilangnya bagian yang dimakan, demikian pula yang terpotong telinganya. (Lihat: Sayyid Sabiq; Fikih Sunnah, 5/374, Penerbit Cakrawala)

Jika kita melihat cacat yang dilarang sebagaimana uraian di atas, maka cacat yang dilarang adalah cacat yang sifatnya permanen dan mengurangi bagian yang dimakan. Dengan demikian, hewan qurban yang cippe’, apalagi cippe’nya-tidak parah, maka BOLEH saja diqurbankan. Sapi yang cippe’ paling hanya cekkong (pincang sementara) selama beberapa hari, setelah itu akan sembuh kembali seperti sebelumnya.
Wallahu A’lam Bish-shawab

Bambu Apus, 2 November 2011

-myshandy-

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: