Oleh: myusufshandy | 3 November 2011

Puasa Arafah pada Hari Sabtu, Bolehkah?

Puasa Arafah pada Hari Sabtu, Bolehkah?

PERTANYAAN:
Assalamu’alaikum. Mau tanya ustad. Berkaitan dengan puasa arafah 9 zulhijah yang jatuh pada hari sabtu. Ana pernah mendengar adanya larangan puasa pada hari sabtu selain puasa wajib karna hari sabtu adalah hari besarnya kaum yahudi. Maka sbg bentuk kehati-hatian qt di anjurkan memulai puasa dari tgl 7 atw 8 zulhijah. Mohon penjelasan dalil tentang hal ini. Sukron.
@ Irma M – Jakarta

JAWABAN:

Wa’alaikumussalam Wr Wb.

1. Memang ada hadits yang melarang puasa pada hari Sabtu, yaitu hadis berikut;

وَعَنِ اَلصَّمَّاءِ بِنْتِ بُسْرٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( لَا تَصُومُوا يَوْمَ اَلسَّبْتِ, إِلَّا فِيمَا اِفْتُرِضَ عَلَيْكُمْ, فَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ إِلَّا لِحَاءَ عِنَبٍ, أَوْ عُودَ شَجَرَةٍ فَلْيَمْضُغْهَا ) رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, وَرِجَالُهُ ثِقَاتٌ,

Dari al-Shomma’ binti Busr Radliyallaahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah shaum pada hari Sabtu, kecuali yang telah diwajibkan atasmu. Jika seseorang di antara kamu hanya mempunyai kulit anggur atau ranting pohon, hendaklah ia mengunyahnya.” Riwayat Imam Lima dan para perawinya dapat dipercaya.

Namun, hadits tersebut—sebagaimana disebutkan oleh Ibn Hajar Al-Asqalani dalam Bulughul Maran (Hal. 139)—termasuk hadits mudhtharib. Bahkan, Imam Malik menganggapnya hadits munkar.  Abu Daud sendiri menganggap hadits tersebut mansukh (terhapus). Karena, pada kenyataannya terdapat hadits yang lebih kuat yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW justeru sering puasa pada hari Sabtu, sebagaimana hadits berikut;

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا; ( أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ أَكْثَرَ مَا يَصُومُ مِنَ اَلْأَيَّامِ يَوْمُ اَلسَّبْتِ, وَيَوْمُ اَلْأَحَدِ, وَكَانَ يَقُولُ: إِنَّهُمَا يَوْمَا عِيدٍ لِلْمُشْرِكِينَ, وَأَنَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَهُمْ ) أَخْرَجَهُ النَّسَائِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ, وَهَذَا لَفْظُهُ

Dari Ummu Salamah Rah, bahwa Rasulullah SAW paling sering shaum pada hari Sabtu dan Ahad, dan beliau bersabda, “Dua hari tersebut adalah hari-hari raya orang musyrik dan aku ingin menyelisihi mereka.” Dikeluarkan oleh Nasa’i. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah dengan lafadz ini.

2. Jika hari Arafah bertepatan dengan hari Sabtu, maka puasanya diniatkan sebagai puasa Arafah, bukan puasa Sabtu. Sehingga dengan demikian, tidak usah ragu untuk melaksanakannya sekalipun jatuhnya pada hari sabtu. Karena, puasa Arafah sifatnya berdiri sendiri.

3.    Dalam Fatwahnya yang ditandatangani oleh Syaikh Bin Baz selaku ketua dean fatwa, Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta mengatakan, “Boleh berpuasa Arafah pada hari Sabtu atau hari lainnya, walaupun tidak ada puasa pada hari sebelum atau sesudahnya, karena tidak ada beda dengan hari-hari lainnya. Alasannya karena puasa Arafah adalah puasa yang berdiri sendiri. Sedangkan hadits yang melarang puasa pada hari Sabtu adalah hadits yang lemah karena mudhtarib dan menyelisihi hadits yang lebih shahih.’ (Lihat: Fatwa Al Lajnah Ad Da-ima, No. 11747,  10/397)

Demikian, semoga bermanfaat
Berkah, sehat dan sukses selalu buat semua. Amin…

Bambu Apus, Kamis, 6 Dzulhijjah 1432 H / 3 November 2011

-MYShandy-


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: