Oleh: myusufshandy | 4 November 2011

KISAH: Hapal Al Quran Ketika Berumur Sepuluh Tahun

KISAH:
Hapal Al Quran Ketika Berumur Sepuluh Tahun

Salah satu keutamaan al Quran dibanding kitab-kitab lain adalah bahwa Allah SWT sendiri yang akan menjaganya. Bagaimana caranya? Ya, antara lain, melalui hamba-hamba-Nya, khususnya mereka yang menhapal ayat-ayat-Nya. Sehingga ketika terjadi kesalahan cetak misalnya, sengaja atau tidak,  bisa langsung ketahuan.

Menikmati Hidangan Allah SWTKetika masih duduk di bangku SD, ayahku selalu menceritakan padaku tentang keistimewaan ulama-ulama terdahulu yang sulit dicapai oleh ulama-ulama sekarang. di antara keistimewaan ulama-ulama terdahulu itu mereka telah hapal al Quran 30 juz sejak kecil. Imam Syafi’i, misalnya, beliau telah menghapal al Quran pada usia tujuh tahun. ulama-ulama madzhab lainnya tidak jauh berbeda. Pikirku yang masih anak-anak, kala itu, ah mana mungkin al Quran setebal itu bisa dihapal oleh anak kecil. Namun, begitulah faktanya.

Pikiran itu terus tertanam dalam otakku hingga aku dipertemukan dengan sebuah buku kecil yang mengulas tentang profil para ulama pendiri mazhab; Maliki, Hanafi, Syafi’i dan Hanbali. Ternyata, pendiri keempat mazhab terkemuka itu telah hapal al Quran sejak kecil, rata-rata sebelum memasuki usia 10 tahun. Allahu Akbar!

Setelah masuk pondok pesantren, pikiran saya itu semakin terbantahkan. di pondok itu saya melihat banyak santri yang telah menghapal puluhan juz padahal usia mereka tidak jauh beda dengan saya. Akhirnya, suatu hari, saya pun dipertemukan dengan salah seorang santri yang bisa tembus hapalannya hanya dalam jangka waktu 11 bulan, di usia baru belasan tahun. Maha benar firman Allah SWT,

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” Ayat ini diulang oleh Allah SWT dalam Surat al Qamar sebanyak empat kali, yaitu  pada ayat 17, 22, 32 dan 40.

Pada awal tahun berjalan, Yayasan al Kauny Jakarta membuka program tahfizh al Quran untuk anak-anak, yang dinamai dengan Kuany Quranic School (KQS). Maka saya pun mendaftarkan anak saya yang usianya belum genap empat tahun. Alhamdulillah, di situ saya semakin yakin bahwa ternyata al Quran itu dapat dihapal oleh anak-anak, bahkan sebelum bisa baca al Quran sekalipun. Beberapa anak telah menghapal juz 30 hanya dalam beberapa bulan. Anak saya sendiri, hingga saat ini, telah menghapal lebih dari 20 surat dari juz 30.

Kalau kita mencari kisah anak-anak yang menghapal al Quran sejak dini, sungguh sangat banyak, antara lain kisah berikut ini, kisah sorang anak yang telah hapal al Quran pada usia 10 tahun;

Kini ia telah berumur 30 tahun. Ia telah menamatkan hapal al Quran ketika berumur 10 tahun. Berawal saat ayahnya mengajaknya shalat di masjid ketika itu umurnya belum mencapai 4 tahun.

Saat keduanya kembali ke rumah, sang ayah dikejutkan dengan bacaan anaknya yang mengikuti sebagian ayat yang dibaca oleh imam ketika shalat. sang ayah lantas memutuskan untuk mentalqin bacaan surah2 pendek (seperti Surat Al Fatiha, an Nas, al Ikhlas) kepada anaknya kemudian si anak pun mengikuti bacaan anaknya. Demikianlah yang dilakukan ayahnya setiap hari sampai anak tersebut hapal kumpulan surat pendek saat berumur 4 tahun.

Aktivitas seperti ini berlanjut hingga sang anak berumur 6 tahun. Ia telah menghapal 3 juz al Quran. Kemudian sang ayah menyerahkan anaknya kepada seorang Syeikh hafiz Quran untuk menyempurnakan hapalannya. Anak tersebut melanjutkan hapalannya dengan cara mendengarkan sampai berumur 8 tahun.

Setelah itu ia melanjutkan hapalan dengan membaca mushaf dan akhirnya ia dapat menamatkan hapalannya saat berumur 10 tahun.
Saat ini dia adalah seorang imam di masjid, khususnya pada waktu sahalat Tarawih, segala puji hanya milik Allah.*

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (HR. Al-Hakim)

Semoga anak-anak kita termasuk anak-anak yang gemar menghapal ayat-ayat Allah SWT, sehingga nimatnya keluarga sakinah mawaddah wa rahmah semakin terasa dalam rumah tangga kita. Amin… (myshandy)

Bambu Apus, 8 Dzulhijjah 1432 H/4 November 2011

*) Referensi: Menghapal al Quran Itu Mudah; Hasan Ahmad Hamam, Pustaka At-Tazkia, Jakarta, September 2011


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: