Oleh: myusufshandy | 10 November 2011

3. Doa Nabi Ibrahim AS untuk Orangtuanya (Bag. 3)

3. Doa Nabi Ibrahim untuk Orangtuanya (Bag. 3)

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
RABBANAGFIRLIY WALIWALIDAYYA WA LILMU’MININA WAL MU’MINAT YAWMA YAQUMUL HISAB

“Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (QS. Ibrahim [14]: 41)

Dalam doa yang diungkapkan Nabi Ibrahim ini terdapat tiga permintaan ampunan; yaitu permintaan ampun untuk diri sendiri, kedua orang tua, dan untuk kaum mukminin dan mukminat pada hari dihisabnya manusia, yakni pada hari seluruh amal manusia diputar kembali oleh Allah SWT untuk dimintai pertanggungan jawab.

*) Mendoakan orangtua termasuk ibadah dan amal salih yang mulia. Kenapa? Karena orangtua kitalah yang melahirkan, menyapih, membesarkan, mendidik dan menafkahi kita. Di sinilah pentingnya kita selalu mendoakan kedua orangtua kita, termasuk memohonkan ampunan Allah SWT buat keduanya, semoga dosa-dosa dan kesalahan-kesalahannya diampuni oleh-Nya.

Sebagai salah satu bukti kebaikan Nabi Ibrahim AS kepada orangtuanya, beliau mendoakan orangtuanya. Bahkan, ketika beliau diusir oleh ayahnya dari kampung halamnnya, karena Ibrahim tak mau menghentikan dakwahnya, Ibrahim tetap berjanji akan mendoakan orangtuanya. Saat Ibrahim diusir oleh ayahnya sendiri, beliau menyatakan, “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.” (QS. Maryam: 47)

Pada ayat lain, beliau memohon,

وَاغْفِرْ لأبِي إِنَّهُ كَانَ مِنَ الضَّالِّينَ

“… dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat.” (QS. Asy-Syu’ara [26]: 86)

Namun, permohonan Ibrahim itu ditolak oleh Allah SWT. Karena, orang musyrik, termasuk para orangtua yang musyrik tidak boleh dimohonkan ampun, karena sudah pasti dosa-dosa mereka tidak akan diampuni oleh Allah SWT.

Lalu mengapa Ibrahim memohonkan ampun orangtuanya? Hal itu dia lakukan sebelum nyata baginya bahwa orangtuanya termasuk musuh Allah SWT, karena menyekutukan-Nya. Allah SWT menyatakan,

وَمَا كَانَ استغفار إِبْرَاهِيمَ لأَبِيهِ إِلاَّ عَن مَّوْعِدَةٍ وَعَدَهَآ إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ للَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ

“Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya.” (QS. Ibrahim: 114)

Bahkan dalam ayat lain, Allah menyatakan sikap Nabi Ibrahim mendoakan orang tuanya yang musyrik dan kafir tidak layak dicontoh, “Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia . . . . kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatu pun dari kamu (siksaan) Allah.” (QS. Al Mumtahanah: 4)

Akhirnya,
marilah kita mendoakan dan memohon ampun buat para orangtua kita;
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa-dosa para orangtua kami, orangtua yang telah melahirkan, membesarkan dan mendidik kami, orangtua yang telah mengorbankan segalanya demi kami, anak-anaknya.

Ya Allah, sayangilah orangtua kami sebagaimana mereka menyayangi kami sejak kecil.

Ya Allah, terimalah doa dan permohonan ampun kami.
Birahmatika ya Arhamarrahimin…
Amin…

(MYS, 09/11/11)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: